Hello!

здравствуйте

это мой

Ahdeen

адин

Sunday, 30 September 2018

Sejarah Indonesia

INDONESIA KUNO

Orang-orang pertama di Indonesia tiba sekitar 40.000 tahun yang lalu ketika permukaan laut lebih rendah yang mana dulu bergabung dengan Asia. Kemudian pada akhir zaman es terakhir sekitar 10.000 SM orang-orang baru datang. Awalnya mereka memburu hewan, mengumpulkan kerang dan mengumpulkan tanaman untuk dimakan. Sekitar 2.500 SM mereka belajar menanam tanaman seperti talas, pisang, millet dan beras. Para petani awal juga membuat tembikar tetapi semua alat mereka terbuat dari batu.

Pada 700 SM orang Indonesia telah belajar membuat perunggu dan besi.
Dari sekitar 400 SM orang Indonesia berdagang dengan negara lain seperti Cina dan India. Agama Hindu dan Budha juga diperkenalkan ke Indonesia.
Pada abad ke-8 Masehi peradaban Indonesia makin berkembang. Di antara kerajaan yang ada adalah kerajaan Hindu di Jawa Tengah yang disebut Sailandra. Ada juga kerajaan Budha agung Sriwijaya di Sumatra selatan. Dari abad ke-7 hingga abad ke-13 Sriwijaya menjadi makmur dan menjadi kerajaan maritim yang menguasai Jawa bagian barat dan sebagian dari Semenanjung Malaya. Itu juga merupakan pusat pembelajaran Buddhis.

Namun pada abad ke-13 Kekaisaran Sriwijaya pecah menjadi negara bagian yang terpisah.

Sementara itu Islam dibawa ke Indonesia oleh pedagang India. Ini pertama kali memperoleh support di Aceh di Sumatra Utara dan di abad berikutnya menyebar ke seluruh Indonesia.

Namun pada abad 13 dan 14 sebuah kerajaan Hindu berkembang. Itu disebut Kekaisaran Majapahit. Didirikan pada 1292 dan segera naik mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun pada awal abad ke-15, Kerajaan Majapahit mengalami penurunan yang cepat.

COLONIAL DI INDONESIA

Pada awal abad ke-16, orang Portugis tiba di Indonesia. pada saat itu ada permintaan besar di Eropa untuk rempah-rempah seperti pala, jahe, kayu manis, cengkeh, dan bunga pala. Keuntungan besar dapat dibuat dengan mengangkutnya ke Eropa dan menjualnya. Karena itu Portugis memutuskan untuk merebut Maluku, sumber utama rempah-rempah. Pada 1511 mereka merebut Melaka, sebuah pelabuhan penting. Mereka juga menangkap Maluku.

Namun pada awal abad ke-17 Portugis kehilangan posisi mereka ke Belanda. Armada Belanda pertama berlayar dari Belanda pada tahun 1595 di bawah Cornelis de Houtman. Pada tahun 1602, Perusahaan India Timur Belanda dibentuk untuk mengontrol perdagangan dengan Indonesia. Pada 1605 mereka mengambil Tidore dan Ambon dari Belanda. Pada 1619 perusahaan itu merebut Batavia. Pada 1641 mereka mengambil Melaka. Selama abad ke-17 Belanda secara bertahap memperluas kekuasaan mereka di Jawa dan Maluku. Namun mereka memiliki pengaruh kecil di seluruh Indonesia.

Terlebih lagi selama abad ke-18, Perusahaan India Timur Belanda tergelincir ke dalam utang. Akhirnya pada tahun 1799 pemerintah Belanda mengambil alih wilayahnya.

Pada 1806 Inggris dan Belanda pergi berperang. Pada tahun 1811, Inggris di bawah Lord Minto berlayar ke Batavia. Inggris segera menangkap semua milik Belanda di Indonesia. Inggris menghapus perbudakan dan mereka juga membagi negara itu ke wilayah yang disebut residensi untuk administrasi. Namun pada 1816 Inggris menyerahkan Indonesia kembali ke Belanda.

Banyak orang Indonesia menolak kembalinya Belanda. Namun Belanda akhirnya mengalahkan mereka dan mendapatkan kembali kendali.

Namun pada tahun 1825, Perang Jawa, di Jawa Tengah, dimulai. Itu dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Namun perang berakhir dengan kemenangan Belanda pada tahun 1830. Diponegoro pergi ke pengasingan dan meninggal pada tahun 1855.

Selanjutnya selama abad ke-19 Belanda memperluas kendali mereka atas bagian lain dari Indonesia. Pada 1825 mereka mengambil Pelambang di Sumatra. Mereka juga berperang dengan orang Bali pada tahun 1848, 1849, 1858 dan 1868. Namun Bali akhirnya tidak ditaklukkan sampai tahun 1906.

Pada tahun 1873, Belanda berperang dengan Aceh. Perang berlanjut sampai 1908. Sementara itu pada tahun 1894 Belanda merebut Lombok dan pada tahun 1905 mereka merebut seluruh Sulawesi.

Sementara itu Belanda tanpa malu mengeksploitasi orang Indonesia. Pada 1830 Belanda memperkenalkan sistem budaya. Petani Indonesia dipaksa menyisihkan 20% dari lahan mereka untuk bercocok tanam untuk ekspor. Mereka dibayar hanya sejumlah nominal oleh pemerintah Belanda untuk mereka. Orang Indonesia dipaksa menanam kopi, nila, teh, lada, kayu manis, dan gula. Sebagai hasil dari ukuran ini, produksi beras berkurang.

Namun pada 1870 Belanda beralih ke sistem pasar bebas. Monopoli pemerintah Belanda atas gula dan komoditas lainnya berakhir. Perkebunan swasta diciptakan. Namun orang Indonesia belum tentu lebih baik. Sekarang mereka dipekerjakan sebagai kuli di perkebunan besar.

Pada awal abad ke-20, Belanda memutuskan untuk memperlakukan orang Indonesia secara lebih adil. Mereka memperkenalkan apa yang mereka sebut kebijakan etis. Ini berarti membangun sekolah dan mengeluarkan uang untuk perawatan kesehatan, sanitasi dan irigasi. Namun kebijakan baru itu tidak banyak berpengaruh pada kehidupan sebagian besar orang Indonesia.

Namun itu berarti bahwa setidaknya sebagian orang Indonesia menjadi sangat terdidik dan akrab dengan ide-ide Barat seperti liberalisme dan sosialisme. Akibatnya pada awal gerakan nasionalis abad ke-20 terbentuk di Indonesia. Mereka mulai berteriak-teriak minta kemerdekaan.

Kemudian pada tahun 1940, Jerman menduduki Belanda. Pada tahun 1942, Jepang menginvasi Indonesia. Pasukan Belanda terakhir menyerah pada 8 Maret 1942. Pada awalnya orang Indonesia menyambut Jepang sebagai pembebas. Namun mereka segera menjadi kecewa. Orang Jepang brutal dan mereka dengan kejam mengeksploitasi sumber daya Indonesia.

Namun ketika Jepang kalah perang, mereka mulai mendukung kemerdekaan Indonesia, berharap menjadikan Indonesia sekutu mereka.

Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945. Para nasionalis muda Indonesia bertekad untuk menegaskan kemerdekaan negara-negara sebelum Belanda dapat kembali. Sekelompok mereka menculik dua pemimpin nasionalis Soekarno dan Hatta. Pada tanggal 17 Agustus Soekarno menyatakan kemerdekaan Indonesia. Ia menjadi presiden pertama dan Hatta menjadi wakil presiden.

Namun Belanda tidak mau membiarkan Indonesia pergi dengan begitu mudah. Awalnya pasukan Inggris mendarat di Indonesia. Mereka mencoba untuk tetap netral meskipun ada bentrokan bersenjata antara Inggris dan Indonesia di beberapa tempat.

Namun pada November 1946 Inggris telah pergi dan Belanda telah mendaratkan banyak pria di Indonesia. Pada bulan November orang Indonesia dan Belanda menandatangani perjanjian Linggarjati. Belanda mengakui republik baru, tetapi hanya di Jawa dan Sumatra. Mereka masih mengklaim seluruh Indonesia. Lebih lanjut, perjanjian tersebut menyatakan bahwa republik akan bergabung dengan serikat federal dengan Belanda pada tahun 1949.

Tidak mengherankan, tidak ada pihak yang senang dengan perjanjian itu. Belanda membangun kekuatan mereka dalam upaya merebut kembali seluruh Indonesia. Pada musim panas tahun 1947 mereka menginvasi area independen. Pada musim panas tahun 1947 mereka menginvasi daerah-daerah independen. Namun mereka terpaksa mundur, sebagian karena perlawanan Indonesia dan sebagian karena kecaman internasional yang kuat (terutama oleh AS).

Pada bulan Desember 1948, Belanda mencoba merebut kembali Indonesia. Kali ini orang-orang Indonesia beralih ke perang gerilya dan mereka berhasil. Belanda menghadapi kecaman keras dari kekuatan seperti Amerika Serikat dan mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat memenangkan perang. Akhirnya pada 2 November 1949 Belanda setuju untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Pasukan mereka mengundurkan diri pada bulan Desember 1949.

INDONESIA MODERN

Pada awalnya Indonesia merdeka adalah demokrasi parlementer. Namun pada Februari 1957 Presiden Soekarno memperkenalkan sistem politik baru, yang ia sebut 'Demokrasi Terpimpin'. Kekuatan parlemen berkurang dan kekuatannya sendiri sangat meningkat. Lawannya membentuk 'parlemen' terpisah yang disebut PRRC (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia). Namun tentara tetap setia kepada Soekarno dan dia tetap berkuasa.

Sementara itu pada Oktober 1957 tentara mengambil alih perusahaan-perusahaan Belanda yang tersisa di Indonesia. Akibatnya tentara menjadi kaya.

Kemudian pada awal 1960-an ekonomi tersendat. Ada inflasi yang sangat cepat.

Pada September 1965, Komunis melakukan kudeta di Indonesia. Mereka membunuh sejumlah jenderal. Mereka juga merebut titik-titik strategis di Jakarta. Namun Jenderal Suharto segera bertindak. Kudeta itu hancur. Suharto diberikan kekuasaan oleh Presiden Soekarno untuk memulihkan ketertiban. Setelah kudeta Suharto menangkap dan mengeksekusi sejumlah besar komunis.

Namun Sukarno kehilangan dukungan dan pada 11 Maret 1966 ia menandatangani kekuasaan kepresidenannya kepada Suharto. Dari 1966 Soeharto memerintah sebagai diktator (meskipun ada pemilihan yang diadakan setiap lima tahun demokrasi adalah sebuah fasad). Namun Soeharto membawa stabilitas dan di bawahnya ekonomi Indonesia pulih.

Dari tahun 1960-an cadangan minyak di Indonesia dieksploitasi. Setelah 1973 orang Indonesia mendapat keuntungan dari harga minyak yang tinggi. Pertanian juga menjadi jauh lebih produktif.

Namun banyak orang Indonesia tetap miskin dan pada tahun 1997 Indonesia dilanda krisis keuangan. Akibatnya ekonomi mengalami kontraksi. Indonesia dilanda kerusuhan dan Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998. Demokrasi kembali ke Indonesia dengan pemilu, yang diadakan pada tahun 1999.

Pada awal abad ke-21 ekonomi Indonesia mulai pulih. Hari ini ekonomi Indonesia tumbuh dengan mantap. Hari ini penduduk Indonesia adalah 261 juta.

Saya memiliki pengalaman yang memadai dalam sistem keamanan & keamanan internet. Juga saya seorang penulis untuk teknologi dan lainnya. Saya juga suka belajar bahasa baru. Jangan ragu untuk menghubungi saya dan kirim email dengan ide proyek Anda.

0 comments:

Post a Comment

Hubungi Aku

Alamat

Kalimantan street, City of Jember Indonesia

Nomor Telepon

+62 8233-4863-080

Email

ahdeen@bk.ru